PSSI Peringati PSM Terkait Tunggakan Gaji

PSSI

PSSI memperingati PSM Makassar terkait tunggakan gaji para pemainnya. Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyebutkan jika PSM berjanji akan menyelesaikan permasalahan ini sebelum BRI Liga 1 2021 digelar.

PSM diketahui belum menuntaskan kewajibannya untuk melunasi gaji terhadap 17 pemainnya. Hal itu mengacu kepada putusan Badan Penyelesaian Sengketa Nasional atau National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia nomor 016/NDRC/III/2021 sampai dengan 032/NDRC/III/2021.

Masalah ini juga yang membuat tim berjulukk Juku Eja ini tidak bisa mendaftarkan tiga pemain baru pada tiga periode bursa transfer. Tim Juku Eja ini juga dihadapkan kepada sanksi tidak bisa bermain di BRI Liga 1 2021.

“Kami sudah menyampaikan ketegasan ke klub. Mereka sudah berjanji sebelum kick-off akan sudah diselesaikan. Kami memang telah memberikan ultimatum,” kata Yunus Nusi, dinukil dari halaman web Bola.com (20/8/2021).

Kini PSM berburu waktu untuk segera menyelesaikan permasalahan ini. Kick-off BRI Liga 1 2021 rencananya akan berlangsung pada 27 Agustus 2021 mendatang.

Update pelunasan gaji belum ada. Cuma infonya yang masuk ke APPI, sudah ada pembicaraan dari manajemen,” ucap Plt General Manager APPI, M Hardika Aji.

Tidak hanya PSM Makassar yang memiliki masalah terhadap tunggakan gaji karyawan. Sejauh ini APPI mencatat setidaknya ada enam klub Liga 2 yang memiliki permasalahan yang sama terkait penunggakan gaji pemain.

Enam klub tersebut adalah PSMS Medan, Kalteng Putra, PSKC Cimahi, Sriwijaya FC, PSPS Riau, dan Persijap Jepara. Mereka juga diharapkan segera menyelesaikan masalah tersebut dengan para pemain.

”APPI mengingatkan untuk klub-klub tersebut di atas untuk dapat melunasi tunggakannya. Agar terhindar dari sanksi berupa larangan untuk mendaftarkan pemain baru untuk 3 periode transfer yang mengakibatkan klub tersebut tidak dapat mengikuti kompetisi,” kata Wakil Presiden APPI, Andritany Ardhiyasa.

Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI), Jannes Silitonga, menjelaskan bahwa pihaknya menanti ketegasan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait adanya larangan klub yang masih bersengketa dengan pemain tampil di kompetisi. Sebab, keputusan akhir ada di PSSI dan PT LIB.

“NDRC sudah membuat keputusan yang harus dipatuhi. Jika ada yang melanggar atau tak ikuti, ada kewenangan pada PSSI dan PT LIB selaku operator yang menyelenggarakan kompetisi,” kata Jannes Silitonga

Penulis : TH
Sumber foto : Tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *