Manajer AHHA PS Pati FC Sindir Sikap Pemain Berlabel Timnas

1

Pecinta sepakbola Indonesia kembali dikejutkan dengan satu kabar soal pemain timnas Indonesia yang punya kedisiplinan dan sikap yang kurang baik.

Kabar tersebut diketahui lewat unggahan manajer AHHA PS Pati FC, Doni Setiabudi, di akun Instagram pribadinya.

Secara tegas, Doni mengungkapkan terkejutnya saat dirinya menemukan pemain berlabel timnas Indonesia yang punya kurang dalam bersikap dan kedisiplinan.

Doni hanya menjelaskan, kalau sikap pemain timnas Indonesia itu membuat kaget dirinya dan pelatih AHHA PS Pati FC, Ibnu Grahan.

“Saya dan pelatih kaget (ada) pemain berlabel timnas (Indonesia) memiliki attitude dan disiplin yang buruk,” tulis Doni Setiabudi dalam foto unggahan Instagram-nya, Selasa (24/8/2021).

Pada bagian caption, Doni juga menjelaskan dampak buruk ketenaran dan popularitas yang sering kali menyerang para pemain di Indonesia. Jika tenggelam dalam star syndrome, para pemain biasanya cenderung berpuas diri dan sulit untuk berkembang.

“Efek star syndrome membuat kalah bersaing,” tambah Doni Setiabudi.

“Tidak ada jaminan jika tidak mau bekerja keras.”

Seperti diketahui, sekitar awal Juni lalu, AHHA PS Pati FC membuat transfer kontroversial dengan mendatangkan dua pemain ‘buangan’ dari timnas Indonesia.

Keduanya dikeluarkan dari timnas Indonesia lantaran dianggap telah melakukan tindakan indisipliner. Yudha Febrian didepak Shin Tae-yong dari timnas U-19 Indonesia pada 23 November 2020 karena pulang larut malam dan terlambat latihan.

Di satu sisi, pemilik AHHA PS Pati FC, Atta Halilintar, pernah berkomentar positif tentang dua pemainnya ini.

Ketika disinggung soal kontroversial terkait dua pemainnya, Atta malah mengajak semua pihak untuk merangkul para pemain muda yang pernah berbuat salah.

Tujuannya tak lain untuk membantu para pemain muda itu berbenah dan meningkatkan kualitas mereka menjadi lebih baik lagi.

“Sebenarnya akan banyak lagi yang mencengangkan. Kalau soal mereka, menurut bro Putra (Siregar) itu anak muda seharusnya dirangkul bukan dipukul,” katanya pada saat konferensi pers kepada awak media Senin (14/6/2021).

“Kami ingin buktikan ke Indonesia kalau mereka ini masih bisa, kalau masih muda sudah ditendang kan kurang bagus juga padahal mereka punya talenta dan bakat,” tutupnya.

(pen: Raditya Dava Mahendra / ed: RDM / foto: Skor.id)

1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *